Sekitar bulan Januari tahun 2009 lalu, saya gandrung sama sesebenda (nggak tahu istilah yang tepat untuk kata lain seseorang, wkwkw). Pertama kali melihat adalah saat saya sedang membaca koran Pulsa gitu. Ada satu benda yang membuat saya benar-benar jatuh cinta! Siapakah dia?? Sony Ericsson W580i!
Yea! Lihat saja dari foto manisnya. Kamu bisa melihat lekukan tubuh yang indah darinya! Terdengar gila memang, tapi begitulah adanya. Tanpa ba-bi-bu, dengan berkorban tidak ikut piknik ke bali (cry cry T_T), saya hunting mencari kekasih hati saya ini. Pilihan utama, selalu Jogja. Berangkatlah saya ke sana. Dan pucuk dicinta ulam pun tiba, dengan mudah saya menemukan Sony Ericsson W580i.
Begitu sampai di rumah, langsung saya pijit-pijit. Huhuw! Manis banget! Apalagi cahaya di kanan-kirinya. Saya pun merencanakan memberikan nama pada kekasih saya ini. Dan jreng jreng (terompet), saya sebut si Sony ini Wifiv. Mengapa saya membangga-banggakan Wifiv? Karena dia pacar saya tentu saja! Kayaknya buang waktu banget deh baca ini, Zam! Eits, bentar dong! Kan belum selesai curhatnya. Saya pengin kasih tahu segala hal tentang Wifiv!
Sony Ericsson W580i merupakan ponsel seri walkman yang diproduksi sekitar tahun 2007. Sebenarnya, bentuk atau desain ponsel ini mencontoh dari Sony Ericsson S500i. Mirip banget malah, bedanya, kalau Sony Ericsson S500i lebih menyasar ke fashion, sedangkan W580i menyasar ke funky! Tema yang diusung adalah street-style. Tersedia berbagai macam warna, yang utama ada 4: putih (si Wifiv), item, pink sama abu-abu. Model handphone ini adalah sliding, seperti biasa, kebanyakan orang sangat anti kalau berusan dengan handphone sliding karena mereka sering khilaf tidak kira-kira saat membuka atau menutu handphone. Tapi genggaman di W580i terasa beda lho! Sangat kokoh dan tidak terlihat ringkih. Bagi yang pertama kali memegang bahkan justru akan bertanya: dimana letak keypadnya? Apa sebab? Pertama, body hape ini terbilang tipis. Biasanya, hape sliding punya body yang gede dan menyesakkan di kantong, tapi ‘Wifiv’ ini tidak. Dia sangat slim dan nyaman digenggam. Kedua, bentuk sliding-nya tepat di lekukan sehingga menyamarkan bahwa dia bisa digeser. Keren!
Kalau kamu membolak-balik handphone ini, tidak akan terlihat sesuatu yang neko-neko. Hanya tulisan Sony Ericsson di atas ear-phone, logo ‘W’ di atas tombol navigasi dan logo walkman di sebelah kiri body. Dalam keadaan slide tertutup, handphone ini terlihat sederhana, serasa tidak ada kamera yang bercokol di dalamnya, atau bahkan port untuk menghubungkan ke headset. Ajaibnya, tidak ada bagian yang menciri-cirikan letak speaker seperti pada umumnya hape lain. Selidik punya selidik, mereka semua tersembunyi! Saat slide digeser, muncullah kamera dengan kekuatan 2 Mega Piksel. Dan saat mendengarkan musik, baru akan disadari bahwa suara muncul dari dalam tombol navigasi. Ya, speaker tersebut ternyata dipasang di bawah tombol navigasi. Jadi tidak perlu mebalik handphone saat mendengarkan musik! Dan untuk prot universal khas Sony Ericsson, berada di sebelah kanan bodi, untuk tipe yang putih, akan samar-samar terlihat dari kejauhan.
Keunggulan lain dari handphone ini adalah fitur Pedo-Meter. Fasilitas menghitung langkah dan jogging ini amat menyenangkan. Setiap hari, pengguna akan dihutung langkahnya dan bisa dilihat juga berapa perkiraan kalori yang dibakar. Menarik kan? Dan anehnya, fitur menghitung ini hanya aktif saat digunakan berjalan atau berlari. Jika kita mencoba menggoyang-goyangkan handphone, jumlah hitungan tidak akan berubah. Selain itu, fitur ini juga dimanfaatkan untuk shake-control. Saat memainkan musik, tinggal diguncangkans aja handphone ini dan musik pun akan berganti secara acak.
Resolusi layar Wifiv adalah 240x320. Ukuran standar bagi handphone seperti ini. Ketajaman warnanya masih sekitar dua ratus ribu warna. Memori telpon bawaannya juga hanya 13 MB, tapi tenang, ada slot M2 yang bisa diisi hingga sekitar 4 GB. Kualitas suara yang dihasilkan juga terdengar mantap. Pokoknya seru!
Tapi sayang, Wifiv ini ada satu kelemahan di bagian keypadnya. Dia bisa retak jika ditekan terlalu keras. Tapi kabar baiknya, untuk handpone keluaran tahun 2008 ke atas, kendala ini tidak akan ditemui lagi. Uyey! Wifivku tahan retak (meski sebenarnya karena hilaf, saya malah meretakkan satu tombol, huff).
Ada kabar kalau produksi Wifiv ini sudah berhenti. Mungkin karena makin banyak produk yang lebih canggih. Tapi meski gitu, bagi saya, Wifiv adalah pacar setia. Dia mau ngitungin langkah dan nemenin kemana aja sambil nyanyi-nyanyi. Hahaha! Love you Wif!!



1 Comments
Terimakasih apabila Agan mau berkunjung ke sundul
BalasHapus