Asik dengan Musik Instrumental

Pernah denger format musik polyphonic? Yup, yang biasa ada di hape-hape itu lho. Awal mula tren hape pake polyphonic, semua ringtone berlomba-lomba buat nyiptain nada instrumental dari klip-klip lagu terkenal. Jenis file polyphonic itu lebih kita kenal dengan MIDI. Yup, yup! Format file yang satu ini memang jarang buat beberapa orang untuk dikoleksi meski pun ukurannya sangat ringan. Bayangkan saja, lagu MIDI berdurasi 4 menit tidak akan lebih dari 1 MB, sementara MP3 dengan durasi yang sama bisa memakan 4 MB lebih (dengan catatan bukan hasil kompresi).

Itulah ajaibnya MIDI, tidak usah heran mengapa bisa demikian. Musik MIDI ini hanya berisi perintah on dan off saja untuk membunyikan alat musik secara virtual. Dan karena sifatnya yang demikian, musik MIDI hanya bisa dimainkan pada komputer yang memiliki device (peralatan) untuk MIDI. Tak heran, mengapa tidak semua handphone mendukung file polyphonic. Musik MIDI juga hanya membunyikan alat-alat instrumen musik saja, sehingga jangan harap bisa menemukan suara penyanyi atau alat musik dengan efek-efek tertentu. Jika didengar memang akan terdengar sedikit “kaku”, suara drumnya berkesan tidak “hidup”, karena ya itu tadi, musik MIDI hanya berisa perintah on dan off saja.


Tapi bagi beberapa orang (termasuk saya), musik MIDI ini sangat asyik kalau kita dengarkan. Apalagi yang hobi karaoke, kita tak perlu lagi jauh-jauh dan membayar untuk bernyanyi-nyanyi ria. Di depan komputer saja sudah cukup asal kita punya banyak koleksi dari musik-musik ini. Untuk melakukan karaoke ini, diperlukan software khusus yaitu KaraFun (bisa kamu download di sini). Program ini bisa memunculkan lirik lagu yang “ditumpangkan” pada musik MIDI. Tapi itu masih tergantung sama file MIDI-nya. Ada beberapa pembuat file MIDI ini tidak menyertakan liriknya, sehingga terpaksa kita harus memutar MIDI secara standar (tanpa panduan lirik atau musik vokal yang dihilangkan).

Nah, untuk menyertakan lirik ke dalam file MIDI itu, kita bisa melakukannya dengan manual. Caranya dengan bantuan software Cakewalk Pro Audio 9. Interfacenya sangat asing bagi kalian yang belum pernah menjamah software editor audio. Ada istilahnya “Piano roll”, “Velocity”, “Wheel” dan lain sebagainya. Dengan software ini, selain menyertakan lirik ke dalam file MIDI, kita bsia membuat sendiri file musik yang kita inginkan. Bahkan tanpa peralatan tambahan. Asal kuping kita pandai mencari kunci-kunci nada dari lagu saja. Pokoknya ada kepuasan batin tersendiri kalau sudah mahir memakai software ini. Saat senggang, kita bisa berkreasi bikin musik. Plus, sangat gampang pemakaian softwarenya!

Tapi bagi kamu yang malas untuk melakukan “otak-atik” dengan software semacam itu, ada alternatif lain. Kita bisa mendownload file-file MIDI kesukaan kita. Banyak banget tersebar di internet, contohnya saja nih situs Harodilia, di situ ada banyak banget koleksi MIDI baik dari Indonesia atau manca. Ada versi gratis dan ada versi berbayarnya, biasanya sih yang berbayar yang keren-keren banget. Ada lagi situs Midi Orgen sama KampungMidi, disediain banyak banget tuh lagu MIDI Indonesia, Mandarin atau luar negeri. Dan kabar baiknya kedua situs tersebut memberikan layanan gratis. Silakan ke TKP aja langsung, dan sebelum itu aku juga mau kasih bonus berupa kumpulan musik MIDI. Dicoba aja dulu!

0 Comments:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Blog by Barzam