Well, well, well... Akhirnya bulan April, my favorite month sudah kembali hadir. Untuk tahun-tahun sebelumnya, mungkin April memang menjadi bulan yang sangat menyenangkan untuk saya. Dan semoga, di tahun 2011 ini, April akan menjadi bulan favorit saya lagi, meskipun melihat fakta di hadapan saya bahwa Ujian Akhir Semester 2... (jeda panjang) Ya! UAS 2 saudara-saudara! UAS 2 ssudah kembali menghadang. Heuheu -_-“
Apa aja yang udah dilewatin selama ini, Zam? Yihaa... dari post terakhir, ada hal yang menyenangkan yang selama ini saya alami. Maybe kalau kalian membaca post sebelumnya, saya terlihat sangat kacau dan sesitif, tapi sekarang saya mencoba menjadi pribadi yang lebih mengandalkan diri saya sendiri. Ada satu postingan yang benar-benar memotivasi saya untuk tidak pernah mengandalkan teman saya lagi (kamu boleh baca di sini, thanks for Kak Wana ^_^). Dan akibatnya (waduh, kok akibat?) saya menjadi terbuka hatinya. Teman memang kadang menjadi penting, tapi terlalu mengandalkan mereka juga ga baik, itu yang saya dapat. Dan akhirnya saya pun sekarang akan lebih fokus pada apa-apa yang saya butuhkan sekarang tetapi dengan tetap bersosial pada orang lain. Kalau orang lain membutuhkan saya, dengan senang hati saya akan melayani mereka, tapi untuk masalah yang sedang saya hadapi, akan saya coba selesaikan terlebih dahulu sebelum meminta tolong orang lain. Just like that.
Oh, iya, setelah pudar masa kegelapan saya, kemarin ini tanggal 26 Maret 2011, tepatnya pada hari Sabtu, kelas Bahasa Inggris saya mengadakan studi-tur ke Borobudur. Saya mau coba cerita dikit deh pengalaman ini. Hmm... Studi tour kali ini guess what saya jadi apa? Jadi Master of Ceremony GA JELAS yang akan berkoar-koar di depan bus selama perjalanan. Tuh kan? Kenapa ente ketawa gitu? So nerdy and weirdy memang, tapi ya udahlah, saya dengan bodohnya dulu mengangguk saja ketika ditawari ini ya jadi apa boleh buat. Jam 6 pagi semua udah ngumpul, kemudian pada masuk bus. Dan saya benar-benar langsung dibikin bete ketika saya harus terpancal dari gerombolan anak sekelas saya. Dasar taurus! Memang susah buat mandiri, tapi sejujurnya ada hal penting lain yang saya ga terima: SNACK ADA DI GEROMBOLAN ANAK SEKELAS SAYA SEMENTARA SAYA TERPANCAL DI DEPAN DAN TERISOLASI, walhasil! Rp 2000 saya rasanya sia-sia kemarin! Huh!! (suara malaikat: ikhlas.. ikhlas...).
Belum lagi pas saya berkoar koar di depan, saya udah diset buat cas cis cus ngomong inggris, eeehh tapi dasar Indonesia! Ga ada yang merhatiin! Paling deretan depan, dan ironisnya yang di deretan depan pun udah ada yang mau posisi siap tidur! Saya bener-bener makan ati, udah bela-belain berdiri hadap belakang, yang belakang nyanyi nyanyi sendiri sementara saya kayak
Ah, sudahlah! Lupakan pengalaman menyakitkan selama perjalanan di bus! Move on kegiatan hunting turis di Borobudur! Waaahh, saya, Afidha beserta Rina (teman satu kelompok) berhore-hore ria mendaki puncak borobudur. Terlihat satu dua turis sedang berjalan ke sana kemari, kita agak canggung juga waktu mau perkenalan. Dan diputuskanlah saya bersama kelompok saya naik ke puncak duluan. Dan gotcha! Di pojokan sana ada 3 cowok bule yang tampaknya bisa jadi sasaran empuk untuk tugas interview kita. Oke, oke... inilah kami bersama para bule-bule 'gaul' yang rupa-rupanya berasal dari Jerman!
Di kompleks borobudur, kita juga masih hunting turis lagi. Kita ketemu bapak-bapak yang bernama Juan Carlos, saya jadi inget aja nama itu dulu sering muncul di soal-soal Ujian Nasional, jangan-jangan dia ikutan bikin soal UAN? Hwekekek. Kalo yang ini berasal dari Mexico. Sayang banget gak bisa ngomong banyak, dianya harus buru-buru pergi dan kita cuma dikasih waktu 5 menit. Takut ntar kita diculik ke Mexico (kalo ini mah malah berharap!) akhirnya kita buru-buru mengakhiri interview kita. Turun dari candi, sementara kita istirahat, tiba-tiba ada dua orang turis datang. Nyahahah! Mangsa! Kali ini cowok dan cewek.
Setelah kita cegat dengan
Yah... Pada dasarnya, semua turis yang kita temui di sini ternyata lagi pada holiday. Dan sempet nangis darah juga saya ketika tahu di antara mereka masih ada yang mahasiswa. Ampun deh, mahasiswa aja bisa jalan-jalan ke Indonesia, sementara di sini, mau ke Bali aja mikirnya harus bertahun-tahun (itu baru mikirnya, belum nabungnya).
Perjalanan kita erlanjut ke Malioboro, di Malioboro, saya benar-benar harus soliter! Saya memisahkan diri dari rombongan setelah sebelumnya meminta kakak saya untuk datang ke Maliboro. Walhasil, jalan-jalan ke Malioboro ini cuma jadi temu kangen antara adik dan kakak. Kita jalan sampai ke taman pintar dengan tidak jelas, dan asyik! Saya ditraktir makan! Terimakasih kakak! Hehehe...
Selama jalan-jalan saya juga sambil celingukan kali aja ketemu bule. Dan gothca! ada dua orang bule lagi duduk-duduk. Tampaknya mereka couple. Wew, saya pun langsung memberanikan diri menyapa dan mulai bercakap-cakap dengan mereka. Ooo, kalo kali ini namanya Eshter dan Paul. Huhui, mereka ternyata orang Belanda loh! Matanya Eshter ijo bagus banget, sempet ngira kontak lens, tapi memang warna asli..
Dan begitulah nampaknya pengalaman pertama terhebat yang saya alami kemarin di Studi Tour kelas Bahasa Inggris, meski pun ada beberapa hal yang bikin sakit hati, tapi saya anggap angin lalu. Toh mereka-mereka yang bikin gitu ntar-ntarnya bakal dapet imbalannya sendiri. Ngapain repot-repot mikirin hal ga penting. Dan, saya sudah meng-add orang-orang bule di atas, ternyata belum satu pun yang mengconfirm, entah, apakah mereka tidak suka Facebookan atau memang introvert, yang jelas, suatu hari semoga saja saya bisa gantian yang nemuin mereka di negaranya. Terdengar mustahil ya, tapi saya yakin pepatah nothing is impossible! berlaku saat ini. Chap chap!!





0 Comments:
Posting Komentar