Taking a Risk



Yes, hari ini adalah hari Minggu tanggal 29 September 2013. Sungguh tidak menyangka bahwa sekitar tiga tahun yang lalu saya adalah seorang Barzam yang merasa gundah masuk ke dunia perkuliahan yang rasanya sama sekali tidak pernah terbayangkan bisa kuliah di jurusan semacam itu. Ya, dunia keperawatan.

Bagi saya, jauh sebelum mengenal perawat, saya hanya berpikir bahwa siapa saja di RS itu adalah sesuatu yang keren. Sesuatu yang mungkin orang lain enggak pernah terpikirkan bahwa mereka para perawat sebenarnya memiliki banyak tantangan.

Well, resmi sudah saya menjadi bagian dari profesi keperawatan setelah dilakukan penyerahan kepada organisasi profesi di penglepasan Program Studi Keperawatan Semarang Poltekkes Kemenkes Semarang pada tanggal 11 September 2013. Kemudian resmi pula saya bersumpah sebagai tenaga kesehatan pada acara wisuda ke-80 Poltekkes Kemenkes Semarang pada tanggal 12 September 2013.

Graduasi atau kelulusan adalah sebuah momen awal bagi saya untuk menyiapkan diri untuk menuju ke gerbang dunia kerja. Dan.. setelah saya menuliskan cita-cita saya yang berkeinginan tinggal di Australia, saya semakin berharap selalu ada jalan untuk ke sana.

Saya bersyukur kepada Allah, Tuhan Semesta Alam yang selalu memberikan hal-hal tidak terduga kepada saya untuk saya sikapi dengan bijak. Memutuskan dengan baik-baik dan memikirkan dengan matang apakah keputusan tersebut benar-benar baik untuk saya. Saya yakin dan percaya di setiap doa kita meminta, asal diiringi dengan usaha, keyakinan dan percaya bahwa Ia yang kita minta akan selalu mendengar dan mengabulkan, semoga cita-cita kita tercapai dengan cara yang benar dan tepat.

Kamis, 19 September 2013, saya mendapat telpon dari nomor Jakarta dan tidak saya angkat. Sebenarnya harap-harap cemas apakah itu panggilan interview atau bukan. Saya cross-cek dengan teman yang mendapat panggilan interview. Dan rupanya benar nomor tersebut sama dengan nomor tidak terjawab yang ada di HP saya. Saya sudah berusaha telpon balik ternyata tidak bisa. Dan saya menunggu barangkali akan ditelpon kembali rupanya hingga hari Jumat sama sekali tidak ada telpon balik dari pihak yang bersangkutan. Karena saya berpikir saya sudah ditelpon, dan mungkin saya tercantum di daftar interview, maka pada hari Senin, 23 September 2013 saya berangkat ke Semarang untuk ikut interview lanjut dari RS Mitra Keluarga.

Waktu itu saya berangkat pukul 04.00 pagi dari Wonosobo. Menerjang gunung dan sebetulnya kondisi badan sedang benar-benar drop. Tapi tetap saya paksakan. Kemungkinan terburuk tidak ikut interview saya tutupi dengan tujuan mengambil sertifikat TOEFL dan foto penglepasan.

Dan benar saja.

Begitu saya tiba di kampus. Pukul 08.00 saya mengikuti teman-teman yang lain untuk menuju lantai 4 gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Semarang. Di sana dilakukan pengecekan presensi kehadiran. Ternyata nama saya tidak ada dan saya bertanya "apakah saya ikut yang pukul 13.00?", dijawab iya. Sebenarnya perasaan waktu itu sudah tidak karuan dan saya sudah ingin pulang. Mengingat sepertinya akibat saya tidak menjawab telpon pada hari Kamis itu, sepertinya nama saya dihapus dari daftar interview. Dan akhirnya pukul 13.00, tanpa persiapan yang matang saya memutuskan untuk tinggal dan menunggu dipanggil interview. Peserta lain disuruh mengambil berkas pendaftaran recruitmen yang dulu pernah diambil.. dan giliran saya, saya tidak menemukan berkas saya! Tapi HRD RSMK mengatakan bahwa ada dan sudah ada di meja interviewer dan saya diminta menunggu untuk dipanggil.

Peserta demi peserta sudah selesai melaksanakan interview. Ada yang diterima, dan ada yang belum diterima. Saya? Ternyata saya mendapat panggilan paling terakhir dan TANPA berkas seperti peserta lain. Di sinilah saya merasa tertegun dan kecil hati. Ini sama saja saya datang tanpa diundang. Tapi ya sudahlah.. ternyata tak diduga saya lolos dan dimohon berangkat tanggal 30 September 2013 di Depok.

Getir saat ini saya merasakan.

Saya merasakan bahwa Depok sangat dekat dengan UI, dan mungkin saya bisa mewujudkan rencana saya berkuliah di UI nantinya dengan bekerja di RSMK. Tapi ada semacam perasaan bahwa saya tidak yakin untuk bekerja di RSMK Depok. Apa pasal? Karena saya sebenarnya menginginkan program beasiswa dari RSMK dimana kita mendapat startup dengan nominal sekitar Rp 20,000.000,00. Tentu itu ingin saya jadikan sebagai kado kepada orang tua saya dan awal menata hidup di Depok saat bekerja di sana. Tapi sayang saya tidak ditawarkan program tersebut dan surut sudah motivasi saya untuk ikut RSMK Depok.

Entahlah, sekarang sudah saatnya mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam, dan saya tak henti-hentinya bersyukur kepada-Nya, bahwa rencana-Nya adalah sesuatu yang tidak terduga dan saya yakin menyesuaikan kebutuhan kita.

Sekarang saya berdoa agar semoga saya bisa bekerja di tempat yang kondusif untuk mencapai keinginan saya, yaitu kuliah S1 di UI dengan usaha sendiri. Saya berharap mendapatkan pekerjaan yang tepat dengan performance saya, dengan salary yang tepat dan mencukupi kebutuhan termasuk untuk menabung kelak di hari tua. Keinginan saya untuk bisa bekerja di luar negeri tetap ada, tapi bekerja dengan membawa nama bangsa tentu akan lebih membanggakan.

Saya yakin saya akan berusaha untuk meraih hal tersebut. Saya bisa mengganti jalur ketika saya merasa tidak tepat dengan jalan tersebut. Semoga jalan yang akan saya lewati nanti adalah jalan yang menyenangkan, penuh pengalaman, arti dan selalu membuat saya mengingatnya.

Saya memberanikan diri untuk selalu bersikap positif, dan saya yakin, Allah, Tuhan Semesta Alam akan selalu memberikan yang terbaik dan yang dibutuhkan kepada saya. Fase ini adalah fase pendewasaan, fase dimana saya harus semakin cermat dan bijak dalam memutuskan sesuatu. Saya berdoa agar segala keputusan saya tepat, jikalau kurang tepat, semoga keputusan yang saya ambil akan membuka jalan lain yang lebih tepat.

Salam semangat positif!!

0 Comments:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Blog by Barzam